Lompat ke isi utama

Berita

Refleksi Pemilu - Sambut Pemilu Serentak Tahun 2024, NETFID, JADI DAN BAWASLU SULSEL Gelar Orasi

Refleksi Pemilu - Sambut Pemilu Serentak Tahun 2024, NETFID, JADI DAN BAWASLU SULSEL Gelar Orasi
\n\n\n\n\n

Sinjai, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sinjai - Demi memantapkan sosialisasi pengawasan pemilu dan merawat demokrasi Bawaslu tidak berhenti melaksanakan kegiatan dan melakukan kerjasama didetiap organ yang ada dinegara kita, seperti dilansir dari sulsel.bawaslu.go.id, Network for Indonesia Democratic Society (Netfid)Sulsel bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel dan Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel menggelar kegiatan Obrolan Rutin Aktualisasi Konstitusi (ORASI) dengan tema Refleksi Pemilu dan Pilkada Menuju Pemilihan Serentak 2024 di Ruang Sidang Mutmainnah Bawaslu Sulsel di Makassar, pada Senin, (19/04/2021).

\n\n\n\n

Ketua Netfid Sulsel Sukrianto mengatakan kegiatan Orasi ini merupakan agenda bersama Bawaslu, Netfid dan JaDI karena memiliki tujuan dan misi yang sama, baik secara kelembagaan maupun moral, yakni sebagai wadah merefleksi pemilu 2019 dan pilkada 2020. Juga melakukan koreksi, apa yang harus diperbaiki dan perlu dibenahi untuk agenda pemilihan umum serentak 2024 kelak.

\n\n\n\n

"Kegiatan ini wujud dari komitmen Netfid sulsel dalam menjaga kualitas demokrasi, dan dapat menjadi spirit bagi masyarakat sipil, baik pegiat demokrasi apalagi penyelenggara agar dapat berperan penting dalam kontribusi yang positif dalam menjawab tantangan pemilu serentak 2024 kelak," jelas Sukrianto.

\n\n\n\n

Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi menyampaikan, Bawaslu kembali mengaktifkan forum diskusi yang disebut Orasi dengan menggandeng mitra Bawaslu, Netfid Sulsel dan JaDI Sulsel.

\n\n\n\n

"Pelaksanaan diskusi ini untuk mendengar masukan dari peserta Pemilu, Penyelenggara Pemilu dan mitra kami Pemantau Pemilu, serta penggiat demokrasi," jelasnya.

\n\n\n\n

Ketua Bawaslu Sulsel dua periode itu juga menegaskan, pihaknya sebagai Penyelenggara Pemilu harus lebih banyak mendengar, sebab ada saatnya Bawaslu mesti lebih banyak bekerja.

\n\n\n\n

"Kita ingin menerima masukan dari berbagai pihak, untuk menguatkan dan meningkatkan kualitas demokrasi serta pengawasan pelaksanaan Pemilu, apalagi dalam meneropong pemilu serentak 2024," jelas Arumahi.

\n\n\n\n

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dan memberikan perhatian pada Pemilu-Pilkada yang telah dilewati serta menyongsong pemilu serentak 2024.

\n\n\n\n

Diantaranya narasumber tersebut, Mardiana Rusli, eks Anggota KPU Sulsel 2013-2018 sekaligus Presedium JaDI Sulsel, Abd Karim, penggiat demokrasi, Faisal Amir, Ketua KPU Sulsel, Syamsu Rizal, Wakil Walikota Makassar 2013-2018, serta
Risma Kadir Nyampa, Anggota DPRD Provinsi Sulsel 2019-2024.

\n\n\n\n

Acara ini dihadiri puluhan penggiat demokarasi, Pemantau Pemilu, serta organisasi kepemudaan di Sulsel.

\n\n\n\n

Diskusi yang berdurasi dua jam tersebut, mencuat sejumlah tantangan Pemilu 2024, terkait keserentakan Pemilu, kesiapan penyelenggara, desain dan strategi tekhnis penyelenggaraan.

\n\n\n\n

Tak ayal, Bawaslu sebagai lembaga yang mempunyai mandat mengawasi proses Pemilu, diminta untuk lebih profesional, dan tentu membutuhkan dukungan banyak pihak dalam aktifitas pengawasan.

\n\n\n\n

Salah satunya adalah dengan mengajak segenap kelompok masyarakat untuk terlibat dalam partisipasi pengawasan.

\n\n\n\n

Editor : Humas Bawaslu Sinjai
Foto : Humas Bawaslu Sulsel

\n"