Pengawasan Pemilu Bagian Penegakan Kedaulatan Rakyat
|
Ratna Dewi Pettalolo saat menjadi pembicara Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif Angkatan Kedua, Senin (7/10/2019) di Bogor, Jawa Barat/Foto: Nurisman\n\n\n\nBadan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sinjai, dilansir dari Bawaslu.go.id - Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo menyampaikan, makna pemilu hakikinya adalah pengawasan oleh rakyat yang kemudian meletakkan kewenangannya kepada lembaga formal, yakni Bawaslu.
\n\n\n\n"Kita seluruhnya punya kewajiban mengawasi pemilu karena sejatinya pemilu adalah bagian penting dari penegakkan kedaulatan rakyat. Maka kita harus secara serta merta turun melakukan pengawasan. Itu muncul sebagai kesadaran," ujar Dewi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif Angkatan Kedua, Senin (7/10/2019) di Bogor, Jawa Barat.
\n\n\n\nDewi menuturkan, hanya melalui pemilu terjadi pergantian kekuasaan. Sehingga kalau pemilu berjalan baik maka akan lahir pemimpin yang baik pula.
\n\n\n\n"Kunci dari semua itu adalah masyarakat menyakini penyelenggara pemilu adalah orang-orang yang jujur. Contohnya Finlandia, mereka menyakini aparat penyelenggara negara bekerja secara jujur dan dapat dipercaya," terangnya.
\n\n\n\nDewi beranggapan, peserta sekolah kader pengawasan partisipatif ini harus mampu mengambil hikmah kata jujur sebagai sprit dalam kontestasi melakukan pengawasan partisipatif pemilu nanti. "Untuk itu tidak hanya diam, tetapi presentasikan apa-apa yang sudah didapat selama dua pekan ini. Itu adalah komitmen moral yang harus dipertahankan dalam menegakkan kedaulatan rakyat," isinya.
\n\n\n\nDewi pun myakinkan, kerja-kerja pengawasan dan menjadi mitra Bawaslu sebagai hal yang menyenangkan. Sejauh ini, 100 orang mengikuti sekolah kader pengawasan partisipatif tahun ini, dari total.
\n\n\n\nEditor: Ranap THS
\n Fotografer: Nurisman