Lompat ke isi utama

Berita

9 Puta Putri Millenial Sinjai Jalani Sekolah Kader Pengawas

9 Puta Putri Millenial Sinjai Jalani Sekolah Kader Pengawas
\n\n\n\n\n

Sinjai, Baadan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sinjai - Sebanyak 2.267 peserta yang tersebar di seluruh Indonesia menjalani Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Berbasis Daring/online yang diselenggarkan Bawaslu RI. Peserta dari Sinjai sebanyak 9 orang yang berasal dari berbagai daerah kecamatan dikabupaten sinjai, mereka dari kalangan milenial masuk sebagai peserta setelah melalui tahapan seleksi oleh Bawaslu RI pada April lalu.

\n\n\n\n

Proses pembelajaran program nasional tersebut mulai berjalan pada 5 sampai dengan 30 Mei 2020 melalui sistem online. Peserta sudah melalui beberapa tahap mulai dari tahap pembelajaran media daring, diskusi dan pembelajaran melalui audio visual.

\n\n\n\n

Ketua Bawaslu Sinjai, Muhammad Rusmin mengatakan ada beberapa topik besar yang akan disampaikan dalam bentuk teks dan audio visual. Materi yang disampaikan diantaranya tentang hukum pemilu, pengawasan pemilu, pemantauan pemilu hingga kerawanan pemilu.

\n\n\n\n

“Syarat menjadi peserta usia minimal 19 tahun maksimal 30 tahun. Sasarannya memang kalangan millennial,” jelasnya.

\n\n\n\n

“Masa pandemi Covid-19 ini tak menyurutkan semangat Bawaslu untuk melakukan sosialisasi dan menggandeng masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan Pemilu. Kami terus melakukan pemantauan terhadap sekolah online tersebut,” tambahnya.

\n\n\n\n

Setelah menjalani SKPP dan dinyatakan lulus, peserta tersebut nantinya akan menjadi mitra Bawaslu dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat sekaligus menjadi kader pelopor pengawas partisipatif.

\n\n\n\n

Menurutnya, SKPP ini bagian dari ajakan kepada publik untuk terus menjaga demokrasi, keterlibatan masyarakat dalam demokrasi tak hanya ikut mencoblos, melainkan juga bisa ikut mengawal prosesnya.

\n\n\n\n

“Diakhir masa pembelajaran, peserta akan menjalani evaluasi yang juga dilakukan secara daring, Peserta yang dinyatakan lulus akan diberikan sertifikat,"tutupnya.

\n\n\n\n

sebagai peserta Alkautsar menungkapkan pengalamannya selama SKPP, banyak pengetahuan dan Ilmu baru yang mengedukasi, Satu point penting yang saya dapatkan selama mengikuti SKPP daring kali ini yaitu pentingnya lulusan sekolah kader itu nantinya bisa bersosialisasi lebih jauh terhadap masyarakat terkait pengawasan pemilu itu sendiri yang bisa dimulai dari desa.

\n\n\n\n

Nuraeni , "Sekolah Kader yang saya ikuti sangat bermanfaat, banyak hal yang saya ketahui terutama soal pelanggaran dalam pemilu. Khususnya politik uang, dimana yang memberi dan menerima bisa dihukum." Tambahnya.

\n\n\n\n

Penulis : Pablo
Editor : Humas

\n"