Lompat ke isi utama

Berita

Ramadhan sebagai Momentum Perbaikan Diri: Evaluasi dan Refleksi Kinerja Pengawasan pada Pilkada Kabupaten Sinjai Tahun 2024

#

Sinjai, (20 Maret 2025) – Bulan suci Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pengawasan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Dalam semangat ini, jajaran Bawaslu Kabupaten Sinjai menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kinerja dalam mengawal demokrasi yang berkualitas.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sinjai, Muhammad Arsal menyampaikan bahwa Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi serta meningkatkan komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pengawas pemilu. “Momentum Ramadhan ini kita manfaatkan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas pengawasan yang telah kita lakukan dan bagaimana kita dapat meningkatkan kinerja ke depannya,” ujarnya.

Evaluasi yang dilakukan meliputi berbagai aspek, seperti efektivitas pencegahan pelanggaran, peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan, serta penindakan terhadap potensi pelanggaran yang mungkin akan terjadi. Selain itu, jajaran Bawaslu Kabupaten Sinjai juga berupaya untuk memperkuat integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya, sesuai dengan prinsip keadilan dan netralitas.

Dalam suasana ngabuburit di hadiri oleh Ketua KPU Sinjai, eks. Panwascam, eks. PPK, dan Pak Kasim Anggota KPU priode 2018-2023 Selaku Narasumber, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi dan kajian, serta buka puasa bersama dengan jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Sinjai

Dengan semangat Ramadhan, diharapkan para pengawas pemilu di Kabupaten Sinjai semakin termotivasi untuk menjalankan tugasnya dengan lebih baik. Evaluasi dan refleksi yang dilakukan selama bulan suci ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam memastikan Pilkada kedepannya berjalan dengan jujur, adil, dan demokratis.

Humas Bawaslu Sinjai