Bawaslu Sinjai Perkuat Pengawasan Partisipatif Melalui Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) 2026
|
Sinjai, 8 Juni 2026 – Bawaslu Kabupaten Sinjai terus memperkuat peran masyarakat dalam mengawal proses demokrasi melalui kegiatan Diskusi Tatap Muka Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sinjai, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pendidikan Pengawasan Partisipatif yang dilaksanakan secara serentak oleh Bawaslu di seluruh Indonesia sebagai upaya membangun kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam melakukan pengawasan partisipatif sejak dini, meskipun tahapan Pemilu 2029 belum dimulai.
Diskusi tatap muka tersebut diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, komunitas kepemudaan, hingga masyarakat umum. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Sinjai yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sinjai, Akbar Juhamran.
Dalam sambutan Bupati Sinjai yang dibacakan oleh Akbar Juhamran, disampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu yang berkualitas dan berintegritas membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif diharapkan dapat menjadi ruang belajar sekaligus wadah penguatan peran masyarakat dalam mengawal demokrasi.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sinjai, Muhammad Arsal Arifin, menegaskan bahwa pendidikan dan penguatan pengawasan partisipatif merupakan salah satu fokus Bawaslu pada masa pra-pemilu. Menurutnya, peran pengawasan tidak hanya dilakukan ketika tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga melalui upaya edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.
"Pemilu 2029 memang masih cukup lama, namun tugas Bawaslu tidak berhenti. Salah satu tanggung jawab kami saat ini adalah memberikan pendidikan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi," ujar Arsal.
Ia menjelaskan bahwa tantangan pengawasan pemilu ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan dinamika sosial masyarakat. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung pengawasan yang efektif dan mencegah terjadinya pelanggaran.
Menurut Arsal, Bawaslu Kabupaten Sinjai terus berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat melalui pembentukan kader pengawas partisipatif yang akan menjadi mitra strategis dalam mendukung tugas-tugas pengawasan.
"Saat ini Bawaslu Sinjai telah merekrut hampir 100 kader pengawas partisipatif yang akan menjadi mitra strategis dalam mendukung pelaksanaan pengawasan. Kami berharap kader-kader ini dapat menjadi agen edukasi dan penggerak pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing," tambahnya.
Melalui Pendidikan Pengawasan Partisipatif Tahun 2026, Bawaslu Kabupaten Sinjai berharap dapat melahirkan masyarakat yang tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tetapi juga memiliki kepedulian untuk turut mengawasi jalannya proses demokrasi. Dengan semakin kuatnya partisipasi masyarakat, diharapkan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan di masa mendatang dapat berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan berintegritas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Bawaslu Kabupaten Sinjai beserta jajaran sekretariat dan menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam mewujudkan pengawasan partisipatif yang berkelanjutan demi menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Sinjai.
Humas Bawaslu Sinjai