Home » Pencegahan » Penetapan Tersangka ATF Tak Terkait Posisinya Sebagai Mantan Anggota Bawaslu

Penetapan Tersangka ATF Tak Terkait Posisinya Sebagai Mantan Anggota Bawaslu

Pimpinan Bawaslu dan Ketua KPU Arief Budiman saat mengikutii konferensi pers yang digelar di Gedung Bawaslu, Jumat 10 Januari 2020/Foto: Bhakti Satrio Wicaksono

Bawaslu Kabupaten Sinjai – Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangkap Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Wahyu Setiawan cukup menarik perhatian masyarakat luas, dengan penangkapan WS kasus ini semakin melebar sehingga menyeret tersangka lainnya seperti Agustiani Tio Fridelina, dia selain pernah menjabat sebagai Komisioner Bawaslu dia juga pernah dua kali mencalonkan diri untuk jadi walikota dan DPR.

Hal tersebut membuat Komisioner Bawaslu RI periode sekarang turut memberikan penjealasan terkait dengan penangkapan tersebut, Bawaslu tidak menginginkan kasus penangkapan itu dikaitkan dengan lembaganya, meskipun yang bersangkutan tercatat pernah menjadi bagian dari anggota Bawaslu periode 2008-2012.

Bawaslu menegeaskan bahwa tersangak ATF saat melakukan dugaan tindak pidana korupsi bukan dalam kapasitas sebagai Anggota Bawaslu.
“Penetapan salah satu tersangka lainnya berinisial ATF sebagai tersangka tindak pidana korupsi sama sekali tidak ada kaitan dengan Bawaslu,” kata Ketua Bawaslu Abhan.

“Yang kami ketahui dia adalah calon anggota DPR Dapil Provinsi Jambi. Sekali lagi kami tegaskan tidak ada kaitannya dengan Bawaslu,” jelas Abhan.

Sebagai penerima suap, tersangka WS dan ATF disangkakan melanggar Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis/Editor : Pablo

Komisioner


Sekretariat


Informasi Publik


Regulasi


Whistleblowing System


Helpdesk Keuangan


e-Announcement LHKPN